Gotong Royong Dalam Kehidupan Sehari-hari

Max Scheler adalah seorang filsuf jerman yang berpengaruh dalam bidang fenomenologi, filsafat sosial, dan ilmu pengetahuam. Max Scheler mengatakan bahwa nilai merupakan kualitas yang tidak bergantung kepada hal apapun, tidak berubah seiring perubahan waktu, bukan sesuatu yang relatif, bersifat absolut, dan tidak bergantung kepada zaman. Nilai-nilai gotong royong dengan demikian sama tingginya baik pada zaman dulu maupun sekarang tidak bergantung kepada siapa manusia yang menghayatinya. Terlepas dari konsep Max Scheler, Aristoteles mengatakan bahwasanya suatu individu manusia telah di kodratkan untuk hidup bermasyarakat dan saling berinteraksi satu dengan yang lainnya. Dengan pandangan yang Aristoteles kemukakan kita sebagai individu manusia tanpa manusia lain maka segala sesuatunya akan terasa berat. Dari dua pandangan yang di kemukakan oleh para filsuf besar di zamannya kita dapat menarik kesimpulan bahwasanya setiap manusia saling membutuhkan satu sama lain, dengan masif nya budaya gotong royong masyarakat di pererat oleh tali silaturahmi tersebut. Karena seyogyanya dalam ajaran Umat Islam Allah SWT sangat membenci orang-orang yang memutuskan tali silaturahmi. 

-Sorawolio, 13 Oktober 2023

_Kampoeng Literasi Laporonesian

Komentar