Gadis Desa Yang Malang

 Malam ini sungguh pucat dan sakit ada sosok perempuan desa yang kesepian di dalam keheningan malam ku lihat pakaiannya sungguh membuat nafsu seakan-akan ia ingin memamerkannya permata indahnya. Kulihat perempuan berkerudung itu sangatlah cantik apalagi ketika dia menggigit kedua bibirnya di kala jika  dia sedang berbicara seolah-olah dia mendesah, dia membawaku dalam kenikmatan yang sekiranya sulit untuk aku khayalan kan. Kulihat matanya menyimpan beban bibirnya entah apa yang gadis ini ingin tutupi, semakin ia berusaha menutupi kejujuran semakin nampak pula rona ketidak jujuran itu terpancar dari wajahnya. Kerudung merahnya yang begitu indah terlihat pucat ketika cahaya sang rembulan tepat menyinari gadis desa itu.  Tubuhnya adalah bentuk ketidaksempurnaan dia menatapku sambil tersenyum seolah-olah ingin memberiku petunjuk dari ketidakmampuannya. Apakah kau mau merasakan tubuhku? Sembari berkata asalkan engkau mau meberikan ku uang sontak saja dalam keheningan malam dan di bawah cahaya rembulan aku tertegun ketika mendengar ucapan tersebut keluar dari lisan insan yang di muliakan Tuhan. Tetapi aku hanya memberikan ia puisi lalu pergi seraya berkata di dalam qolbu ini tubuh mu tak perlu kunikmati bukankah tubuhmu itu adalah aku ia aku yang hilang di antara darah lalu menjadi daging dan nyawa. 


Komentar